Showing posts with label Artis. Show all posts
Showing posts with label Artis. Show all posts

0 Biografi Eminem


Marshall Bruce Mathers  (lahir di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, 17 Oktober 1972; umur 42 tahun), lebih dikenal dengan nama panggung Eminem (sering ditulis dengan EMINƎM), dan dia juga memiliki kepribadian ganda yang biasa disebut dengan nama Slim Shady, adalah seorang rapper paling terkenal, dan juga bekerja sebagai produser rekaman dan aktor dari Amerika. Popularitasnya membawa grup rapnya yang bernama D12 menjadi grup hip hop yang sukses pula. Selain menjadi bagian dari D12, Eminem juga merupakan member dari grup rap Bad Meets Evil, yang beranggotakan dia dan Royce Da 5'9". Eminem menjadi artis dengan penjualan album terbanyak pada tahun 2000. Eminem mendapat peringkat perrtama sebagai artis terbaik sepanjang masa oleh beberapa majalah dan mendapat peringkat 82 dalam "The 100 Greatest Artists of All Time" oleh majalah Rolling Stone. Dia dinobatkan oleh Raja Hip Hop oleh majalah yang sama. Dia mendapat 10 album dengan penjualan terbanyak dalam Billboard 200 (Termasuk proyeknya dengan Bad Meets Evil dan D12). Dia telah menjual 42 juta track dan 41.5 juta album di Amerika Serikat dan 90 juta lebih di seluruh dunia.

Pada tahun 1996, ia justru lebih memilih memulai karier solo dengan Album Debutnya yang berjudul Infinite. Dan dia mulai mendapatkan popularitas pada tahun 1999 dengan album The Slim Shady LP , yang memenangkan Grammy Award untuk Best Rap Album . Album berikutnya, The Marshall Mathers LP , menjadi menjual solo album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Amerika Serikat. Ketiga album itu memenangkan Grammy Awards dan membuat Eminem memenangkan Best Rap Artist selama tiga kali berturut turut. The Marshall Mathers LP disebut sebut sebagai album Eminem terbaik dan tersukses secara keseluruhan. Kemudian Eminem vakum setelah touring pada tahun 2005. Dia merilis albumnya pada tahun 2004 dengan judul Encore dan Relapse pada tahun 2009. Dan pada tahun 2010 ia merilis albumnya yang ketujuh dengan judul Recovery yang mendapatkan kesuksesan di seluruh dunia. Recovery juga disebut sebut sebagai album tersukses di seluruh dunia bersama dengan albumnya yang telah dirilis sebelumnya, The Eminem Show yang menjadi best seller pada tahun 2002. Eminem memenangkan Grammy Awards pada Relapse dan Recovery yang membuatnya telah memenangkan total 13 Grammy Awards. Eminem menyatakan bahwa Masta Ace, Big Daddy Kane, Newcleus, the Beastie Boys, Dr. Dre, Tupac Shakur, AZ, Nas, dan Ice-T sebagai artis yang mempengaruhi musiknya.

Dia telah membuka pintu kesuksesan lain setelah namanya mendobrak industri musik. Ia mendirikan label rekaman sendiri yang bernama Shady Records dengan managernya Paul Rosenberg. Dia juga memiliki channel radio sendiri yang bernama Shade 45. Dia memulai karier aktingnya pada tahun 2002 pada saat dimana dia memulai aktingnya dalam film drama Hip-Hop, 8 Mile. Karena itu dia memenangkan Academy Award for Best Original Song, yang membuatnya menjadi artis rap pertama yang memenangkan nominasi itu. Dia juga pernah tampil dalam film lain diantaranya The Wsh (2001), Funny People (2009) dan Entourage pada season 7. Dia juga dikabarkan akan tampil pada film Shady Talez dan Have Gun, Will Travel pada tahun 2013 mendatang.

Kehidupan awal

1972-91 :Kehidupan awal dan Pemula
Eminem Lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III pada tanggal 17 Oktober 1972 di Saint Joseph, Missouri,anak tunggal dari pasangan Deborah R. Nelson Mathers-Briggs and Marshall Bruce Mathers, Jr. Dia memiliki 5 ras yaitu Inggris, Jerman, Swiss, olish, dan Luxemburg. Saat masih berusia 18 bulan, ayahnya meninggalkan mereka, dan Ia pun hidup dibesarkan seorang diri oleh ibunya dalam kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, Mathers dan ibunya seringkali berpindah-pindah tempat tinggal di antara kota-kota di Missouri (termasuk Saint Joseph, Savannah dan Kansas City), sebelum akhirnya menetap di Warren, Michigan, sebuah daerah pinggiran di Detroit.

Pada saat kecil, ia sangat tertarik ketika dibacakan cerita anak anak dan hingga akhirnya ia bercita cita menjadi seorang penulis komik (sebelum ia menemukan jati dirinya sebagai seorang rapper). Hingga akhirnya pada saat ia berusia 11 tahun, ia dikenalkan oleh pamannya Ronald "Ronnie" Nelson dengan musik rap dengan memberikannya single Ice-T yang berjudul "Reckless". Setelah ia memperoleh album Beastie Boys, Licensed to III ia menjadi tertarik memulai karier dalam bidang musik dan kemudian ia memulai kariernya pada usia 14 tahun (1986) sebagai member grup rap yang bernama Bassmint Productions dan merilis album EP mereka yang berjudul Steppin' onto the Scene. Eminem pada awalnya diragukan kemampuannya dalam bidang rap, karena ada anggapan bahwa rapper hanya bisa dilakukan oleh orang negroid. Pada tahun 1989 mereka mengubah nama grup rapnya dengan nama Soul Intent. Pada tahun 1992, Soul Intent merilis EP mereka lagi dengan judul Still in the Bassmint. Dan pada tahun 1995 mereka merilis EP mereka lagi dengan nama Soul Intent dan merilis single pertama mereka dengan judul "Fuckin' Backstabber" dibawah label rekaman Mashin' Duck Records. Meskipun ia terdaftar di Lincoln High School di Warren, ia sering ikut serta dalam freestyle battle di Osborn High School (sekarang sudah tidak berfungsi) pada sisi timur Detroit. Meskipun perjuangan terdokumentasi dengan baik dan berhasil dalam industri yang didominasi Afrika-Amerika, ia mendapatkan persetujuan dari khalayak hip hop underground. Setelah mengulangi kelas sembilan sebanyak dua kali karena nilai yang buruk, pembolosan dan hampir turun kelas, ia di drop out dari SMP pada usia 17 tahun.

Pada tahun 1991, Mathers hancur karena pamannya yang bunuh diri. Kemudian ia membuat tato bertuliskan "Ronnie R.I.P." di lengan atas kirinya yang didedikasikan untuk pamannya, Ronnie. Ronnie disebut-sebut dalam lagu "Stan", "Cleanin 'Out My Closet", dan "My Dad Gone Crazy".

1992-99: Karier awal Infinite dan The Slim Shady EP
Salah satu mentor awal Mathers, rapper lokal yang bernama Champtown, yang mendapatkan Mathers untuk pergi ke studio untuk pertama kalinya; Mathers membuat penampilan musik video pertamanya dalam video klip Cartoon yang berjudul "Scooby Doo " pada tahun 1984. Mathers dan Champtown kemudian tidak akur. Mathers pada awalnya ditandatangani untuk FBT Productions pada tahun 1992, yang dijalankan oleh Jeff dan Mark Bass bersaudara. Mathers juga mempunyai pekerjaan dengan upah minimum memasak dan mencuci piring di restoran Lodge Gilbert di daerah Shores St Clair untuk beberapa waktu. Pada tahun 1996 debut album Infinite, yang direkam di Bassmint, sebuah studio rekaman milik Bass bersaudara, dirilis di bawah label rekaman Independen mereka, Web Entertainment. Eminem bercerita, "Jelas, saya masih muda dan dipengaruhi oleh artis lain, dan aku mendapat banyak umpan balik mengatakan bahwa saya terdengar seperti Nas dan AZ. 'Infinite' ini menunjukkan saya dimana saya mencoba untuk mencari tahu dan membuat bagaimana gaya rap saya yang saya inginkan, bagaimana saya ingin terdengar di mic dan menampilkan diri itu adalah tahap pertumbuhan. Saya merasa seperti 'Infinite' (Tak terbatas) seperti demo yang baru saja dipublikasikan." Topik yang dibahas dalam Infinite termasuk perjuangannya dalam membesar.

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/54acc7b496bde6380b8b457d#post54acc7b496bde6380b8b457d

0 Biografi Ben Affleck

Benjamin Geza Affleck atau lebih dikenal dengan nama Ben Affleck lahir di Berkeley, California, Amerika Serikat pada 15 Agustus 1972. Ben tidak lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang seniman atau artis, namun bakat dan keinginannya yang keras membuatnya mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu aktor ternama Hollywood (kelak jejaknya ini diikuti pula oleh adiknya, Casey Affleck).

                Perkenalan pertamanya dengan dunia akting dimulai saat Ben Affleck menjadi bintang iklan komersial Burger King pada tahun 1981. Setelah menjadi figuran di film The Dark End of the Street (1981) yang merupakan film pertamanya, Ben mendapatkan peran penting di sebuah serial televisi berjudul The Voyage of the Mimi (1984). Hampir sepuluh tahun dia malang melintang di dunia pertelevisian baik membintangi beberapa serial televisi maupun film televisi. Ben Affleck mendapatkan kesempatan bermain di film layar lebar berjudul Dazed and Confused (1993), di film inilah Ben mendapatkan peran yang bukan lagi sekedar figuran, setelah itu dia memulai langkahnya secara serius berakting di film layar lebar selain tetap juga menerima tawaran bermain di televisi.

                Bosan dengan peran-peran yang diterimanya, Ben Affleck bersama sahabatnya Matt Damon menulis sebuah skenario film yang merupakan mimpi besar mereka untuk membuat film dimana mereka berdua yang akan menjadi pilar utamanya. Setelah skenario tersebut selesai ditulis, Ben dan Matt kemudian menawarkannya kebeberapa studio di Hollywood, adalah Castlerock yang menerima skenario tersebut pertama kali namun karena pihak dari Castlerock tidak menyetujui apabila Ben dan Matt memegang kontrol penuh terhadap produksi film ini akhirnya kerja sama itu gagal. Kemudian Kevin Smith, sutradara sekaligus sahabat mereka berdua, menawarkan skenario tersebut ke Miramax yang ternyata tertarik dan menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Ben dan Matt. Akhirnya pada Desember 1997, film yang dibuat dari skenario yang mereka tulis dirilis dengan judul Good Will Hunting (1997) dan tak disangka film tersebut menuai pujian dimana-mana bahkan Ben Affleck dan Matt Damon meraih piala Oscar untuk kategori Penulis Skenario Terbaik.

                Dampak dari hasil positif yang diterima oleh Ben Affleck melalui film Good Will Hunting (1997) ini membuat nama Ben Affleck melambung, dan tawaran-tawaran untuk membintangi film dari studio-studio terkenal di Hollywood pun berdatangan. Ben Affleck pun bermain di film-film blockbuster seperti; Armageddon (1998), Shakespeare In Love (1998), dan Pearl Harbour (2001). Ben Affleck mampu membuktikan dirinya mampu untuk masuk ke jajaran aktor elit Hollywood, bahkan hingga saat ini Ben Affleck masih konsisten berkarir.  

Ben Affleck Memerankan Batman pada film Batman v Superman
Ben Affleck, yang akan menjadi Batman dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice pada musim panas tahun depan, mengaku khawatir mengenai perannya.

“Bila saya mengingat semua aktor yang memainkan peran ini sebelumnya, bisa-bisa saya menolak tawaran ini,” katanya kepada penggemar yang berkerumun di Comic-Con San Diego.
Namun sutradara Zack Snyder meyakinkan bahwa dirinya “sempurna” memerankan Bruce Wayne.
“Dia sudah putus asa. Dia lebih tua, dia lelah...Anda sempurna untuk itu” kata Synder kepada Affleck.
Affleck yang telah dua kali memenangi Piala Oscar itu mengikuti jejak Michael Keaton, Val Kilmer, George Clooney dan Christian Bale, sebagai Batman.

Dalam film kali ini, Affleck kebagian jatah istimewa karena dia harus bertarung dengan Superman yang diperankan Henry Cavill.

Berbicara di Comic-Con, tempat cuplikan baru film tersebut ditontonkan, Affleck mengungkapkan pertemuan tak terduganya dengan Bale – mantan pemeran Batman – di sebuah toko di Los Angeles.

sumber : http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150713_majalah_benaffleck_batman
http://aktor-aktris.blogspot.com/2011/07/ben-affleck-sebuah-skenario-merubah.html

0 Biografi Jon Bon Jovi

John Francois Bongiovi Jr. atau yang akrab dikenal dengan sebutan Jon Bon Jovi atau John, lahir di Perth Amboy, New Jersey, Amerika Serikat, pada tanggal 2 Maret 1962. Jon Bon Jovi lahir dari pasangan John Bongiovi, Sr.dan Carol Sharkley. Ayah Jon Bon Jovi  merupakan seorang tukang cukur yang dulunya adalah anggota angkatan laut dan ibunya juga merupakan mantan angkatan laut yang setelah masa tugasnya bekerja pada bidang ahli tanaman bunga. John memiliki dua saudara yaitu Anthony M. Bongiovi, dan Matthew Bongiovi. Ayah John sendiri adalah seorang yang berdarah Italia dan Slovakia sedangkan ibunya berdarah Rusia dan Jerman. John dibesarkan di keluarga Katolik.

Masa kecil Jon dihabiskan dengan menjual koran bersama dengan Kakek neneknya di Erie, Pennsylvania. John bersekolah di SMA St Joseph di Metuchen, New Jersey dan kemudian pindah ke SMA Sayreville War Memorial di Parlin , New Jersey.

Sejak kecil, John sudah bercita-cita menjadi rocker. Hal ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik atau jamming dengan musisi yang tampil.

Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di kelas tiga belas dengan band pertamanya 'meruntuhkan'.


John menghabiskan sebagian besar masa remajanya untuk bolos sekolah karena memilih musik sebagai gantinya, dan akhirnya bermain bergabung di band-band lokal dengan teman-teman serta bersama sepupunya Tony Bongiovi , yang kemudian memiliki perusahaan rekaman suara terkenal di New York yaitu The Power Station. Akibatnya, catatan akademisnya di sekolah buruk.

Pada tahun 1978 tepatnya saat John berusia 16 tahun, John lebih sering lagi menghabiskan waktunya di klub-klub. Setelah itu ia bergabung dengan seorang keyboardist bernama David Bryan Rashbaum, yang bermain bersamanya dalam genreten-piece rhythm dan blues band bernama Atlantic City Expressway. John juga nergabung dengan band bernama The Rest, The Lechers, John Bongiovi, dan Wild Ones.

Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu wanita ', Jon Bon Jovi mengambil pekerjaan di Power Station Studios, rekaman Manhattan fasilitas di mana sepupunya Tony Bongiovi adalah co-pemilik. Bon Jovi membuat beberapa demo - termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier - dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal untuk membuat dampak. rekaman profesional pertama nya lead vokal dalam "R2-D2 Kami Berharap Kau Natal Merry," yang merupakan bagian dari Natal di album Bintang co sepupunya yang diproduksi.

Pada Juni 1982, John merekam sebuah lagu berjudul "Runaway". Para musisi di studio yang membantu merekam "Runaway" - dikenal dengan sebutan The All Star Review. The All Star Review beranggotakan gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald. Lalu John pergi ke beberapa perusahaan rekaman, termasukAtlantic Records dan Mercury (PolyGram) , namun semuanya ditolak. John pun mengunjungi stasiun radio WAPP 103.5FM "Apple" di New York City . Dia berbicara langsung kepada Direktur promosi John Lassman, yang akhirnya menerima lagu "Runaway" untuk dikategorikan sebagai musik lokal. "Runaway" pun menjadi musik lokal terpopuler. Dari sinilah, Jon Bon Jovi mulai menulis lagu. Selama tiga tahun, pada 1980 hingga 1983, sekitar 50 judul lagu berhasil ditulisnya.

Ketenaran lagu Runaway membuat Jon Bon Jovi semakin yakin akan cita-citanya. Ia pun menghubungi, David Bryan, keyboardis Atlantic City Expressway. Kedua sahabat ini memiliki niat yang sama, yaitu menjadi musisi handal di belantika musik dunia. Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, David Bryan sangat mendambakan berkarir di dunia musik. Buktinya, saat Jon Bon Jovi menghubunginya untuk membuat band, David segera mengalihkan pendidikannya dari jurusan kedokteraan menjadi jurusan music di Julliard Music School, New jersey.

Pada tahun 1983, John aktif di sebuah grup band bernama Scandal sebagai seorang gitaris. Dia juga muncul dalam rekaman video Scandal tahun 1983 yaitu "Love Got A-Line On You" yang menempati urutan 59 di Amerika Serikat.

Mereka berdua lalu membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, cikal bakal Bon Jovi. Dengan nama panjang itu, kedua calon musisi ini tak lelah mengirimkan demo-demo lagunya ke sejumlah perusahaan rekaman hingga ke Los Angeles. Keberadaannya yang hanya berdua itu menghalangi untuk melaju ke dapur rekaman, karena sebuah band dianggap tak sempurna jika hanya memiliki dua personil. David dan John pun mulai mencari personil baru, hingga akhirnya bertemu dengan drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres.

Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi dan David Bryan semakin mantab untuk membentuk formasi band yang akan masuk dapur rekaman. Jelas saja, sebab Tico Torres mengusulkan seorang basis Jersey, bernama Alec John Such. Menurutnya, permainan Alec sangat cocok dengan gaya bermusik Jon Bon Jovi. Tico meyakinkan bahwa dirinya menganal betul permainan Alec John Such, sebab pernah main bareng di Phantom’s Opera.

Untuk membentuk sebuah band rock, John masih membutuhkan seorang gitaris. Akan tetapi, di tak mau tergesa-gesa. Sementara, ia hanya mengajak seorang tetangga rumahnya bernama Dave Sabo, yang kelak menjadi gitaris Skid Row.

Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo, sebagai gitaris tanpa audisi, adalah ada tawaran manggung dalam konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Dan, lagu Runaway mereka bawakan dengan mantap sehingga mendapatkan sambutan cukup antusias dari para penonton. Meskipun demikian, Jon Bon Jovi masih belum bisa menerima Dave Sabo sebagai gitaris tetap, lantaran umurnya masih terlalu muda.

Kelima orang dalam formasi ini benar-benar sempurna, sehingga tak heran jika mampu masuk dapur rekaman Derek Shulman dengan PolyGram-nya. Mereka hanya membutuhkan tiga tahun, sejak terbentuk, untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia.


 
Setelah band ini mulai bermain menampilkan dan membuka untuk bakat lokal, mereka menarik perhatian eksekutif rekaman Derek Shulman, yang menandatangani mereka ke Mercury Records dan yang merupakan bagian dari perusahaan PolyGram. Karena Jon Bon Jovi menginginkan nama grup, Pamela Maher, seorang teman Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan mereka menyebut diri mereka Bon Jovi, mengikuti contoh yang terkenal lainnya dua band kata seperti Van Halen. Nama ini dipilih bukan asli dari ide Johnny Electric. saran Pamela nama disambut dengan antusias kecil, tetapi dua tahun kemudian mereka memukul grafik di bawah nama itu. Cover art untuk Runaway.

Album pertama grup musik rock, Bon Jovi dinamai Bon Jovi. Album ini dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album yang menghasilkan hits Runaway dan She Don't Know Me ini meraih penghargaan gold platinum karena berhasil terjual kurang lebih 500 ribu keping.

Dengan bantuan manajer baru mereka Doc McGhee mereka merekam debut album band ini, Bon Jovi, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini termasuk hit pertama band single, "Runaway", mencapai Top 40 di Billboard Hot 100 diikuti dengan "Dia Don't Know Me" yang merupakan lagu Mercury diminta merekam John dan termasuk di album ini sebagai bagian dari kesepakatan itu.

Sampai saat ini, lagu yang tetap di jalur satunya yang pernah masuk dalam album Bon Jovi yang Jon tidak memiliki kredit penulisan. Kelompok tersebut menemukan diri mereka membuka untuk Scorpions di AS dan untuk Kiss di Eropa. Pada bulan Agustus tahun 1984 band ini membuat penampilan di Super Rock Festival sebagai tamu spesial di Jepang.

Namun, "Runaway" menjadi hit dan Bon Jovi menarik perhatian di Jepang. Bon Jovi mendapat disk emas pertama untuk album pertama mereka di Jepang. Album ini memuncak di # 43 di Billboard 200 album chart di Amerika Serikat dan satu tahun setelah rilis, itu bersertifikat Emas oleh RIAA.

Setelah merilis album Bon Jovi (1984) dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, Slippery When Wet (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia. Band ini merilis tiga single "Only Lonely", "Dalam Dan Out Of Love" dan kidung "Silent Night". Album ini memuncak di # 37 di Billboard 200 dan Emas bersertifikat di AS Sementara album tidak melakukan serta mereka harapkan dalam hal penjualan, hal itu diperbolehkan Bon Jovi untuk keluar di jalan tur lagi.

Pertunjukan pertama mereka di Jepang sebagai headliner yang telah dilakukan segera setelah rilis album dan delapan menunjukkan secara total menjadi terjual habis semua, dan album hit Gold Top 5 dan bersertifikat di Jepang.

Pada bulan Mei 1985, Bon Jovi berjudul tempat di Inggris dan Eropa. 7800 Fahrenheit memuncak di # 28 di Inggris dan # 40 di Jerman. Pada akhir dari tur Eropa, band ini mulai lari 6-bulan sebesar US tourdates mendukung Ratt. Di tengah tur bahwa mereka berhasil membuat penampilan di Jam Texas dan Monster's Castle Donnington konser Rock di Inggris. Jon Bon Jovi juga melakukan penampilan solo di Farm Aid pertama tahun 1985.


Pada tanggal 29 April 1989, John menikah dengan Dorothea Hurley. Anak pertama mereka, Stephanie Rose lahir pada tanggal 13 Maret 1993, Jesse James Louis lahir tanggal 19 Februari 1995, Jacob Hurley 7 Mei 2002, dan Romeo Jon 29 Maret 2004.


Album-album berikutnya, seperti New Jersey (1988), Keep The Faith (1992), dan kompilasi Cross Road (1994), meraup keuntungan besar. Nama Bon Jovi pun sangat termahsyur, sehingga saat Alec John Such keluar dari formasi pada 1994 tidak begitu mempengaruhi eksistensinya. Bahkan, Bon Jovi pun terus melahirkan album-album dahsyat, seperti These Days (1995), Crush (2000), Bounce (2002), dan This Left Feeling Right (2004). "Always" adalah sebuah lagu terpopuler Bon Jovi . Ini dirilis sebagai single dari album mereka tahun 1994, Cross Road dan kemudian menjadi single terlaris, dengan satu juta eksemplar terjual di Amerika Serikat dan lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Lagu ini menempati posisi 4 di Billboard AS, posisi 2 di Mainstream Top 40 dan juga merupakan hit internasional posisi 1 di Australia, posisi 2 di Inggris dan posisi 4 di Jerman.


Album These Days dibuat tahun 1995, di mana pada tahun itu pula Bon Jovi memulai World Tour-nya, di mana saat itu mereka juga menyempatkan diri tampil di Jakarta. Sejak album ini, Bon Jovi bermain tanpa Alec John Such sang pencabik bass terdahulu, yang dikeluarkan dari band akibat ketergantungan pada obat terlarang, digantikan oleh Huge McDonald. Album ini menghasilkan beberapa hit seperti This Ain't A Love Song dan Lie To Me.

Di tengah perjalan karir band ini, vokalis sekaligus gitaris Bon Jovi, Jon Bon Jovi, pernah memiliki proyek solo, yaitu album Blaze Of Glory, sountrack film Young Guns II, yang berhasil meraih predikat “The Best Sountrack Album“. Selain itu, pada 1997, Jon Bon Jovi juga mengeluarkan album solo keduanya yang berjudul Destination Anywhere.

Crush adalah album studio ketujuh grup musik Bon Jovi yang dirilis pada tanggal 13 Juni 2000. Album ini dibuat setelah kelompok ini empat tahun vakum (1996-1999) di belantika musik dunia karena anggotanya seperti Jon Bon Jovi, Richie Sambora, dan David Bryan sibuk mengerjakan album solo mereka. Album Crush berisikan beberapa hit seperti It's My Life dan Thank You for Loving Me. Album ini telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah terjual lebih dari 200 ribu keping.

Pada musim semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio untuk memulai rekaman studio untuk album kedelapan , berjudul, Bouncing. Album ini merupakan semangat buat Amerika Serikat untuk bangkit kembali dari serangan World Trade Center. Album ini juga disebut Bon Jovi, sebagai penyemangat kemampuan band ini untuk bangkit kembali lagi dan lagi, selama bertahun-tahun. Bounce mewakili Band Bon Jovi untuk kembali ke Bon Jovi yang dulu dengan Richie Sambora bermain gitar sangat terdistorsi, vokal serak oleh Jon, efek keyboard dan piano oleh David Bryan dan drum Tico Torres booming oleh. Single pertama dari album "Everyday", dinominasikan pada Grammy Awards tahun 2003 untuk Best Pop Performance oleh Duo atau Grup dengan Vokal.


Band ini melanjutkan Tour Bouncing untuk album ini, di mana mereka membuat sejarah sebagai band terakhir yang melakukan koser di Veterans Stadium di Philadelphia sebelum dirobohkan. Menyusul akhir Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek, awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan live akustik, band ini akhirnya melakukan penulisan ulang, pencatatan dan reinventing 12 dari hits terbesar mereka dalam album yang baru.

Tahun berikutnya, band ini merilis sebuah album yang berjudul 100.000.000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong. Isi album ini terdiri dari empat CD dikemas dengan 38 lagu yang belum pernah dirilis dan 12 lagu yang langka, serta sebuah DVD. Album ini menandai 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati 20 tahun sejak  dirilisnya album pertama band ini pada tahun 1984. Pada bulan November 2004 band ini juga dihormati dengan Penghargaan of Merit di American Music Awards.

Pada September 2005, Bon Jovi akhirnya merilis album Have A Nice Day yang salah satu lagunya berjudul Who Says You Can’t Go Home, meraih penghargaan Grammy, yaitu “The Best Country Collaboration With Vocal“. Pada 2007, mereka kembali membuat album berjudul Lost Highway yang kebanyakan lagunya berunsur rock yang ditambah dengan musik country di sana-sini. Nuansa rock dalam album ini serba tanggung, karena tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan. Dalam album ini, Bon Jovi berkolaborasi dengan dua musisi country, yaitu Big & Rich dan Le-Ann Rimes. Album ini menghasilkan hits berjudul Make A Memory dan Lost Highway.


Bon Jovi telah dikenal menggunakan gaya yang berbeda dalam musik mereka, yang mencakup negara untuk tahun 2007 album mereka Lost Highway. Album terbaru mereka, The Circle, dirilis pada tanggal 10 November 2009 di Amerika Serikat. Sepanjang karir mereka, band ini telah merilis sebelas album studio, tiga album kompilasi dan satu album live, dan telah terjual 130 juta album di seluruh dunia.

Mereka telah melakukan lebih dari 2.600 konser di lebih dari 50 negara selama lebih dari 34 juta fans, dan dilantik ke Inggris Music Hall of Fame pada tahun 2006. Sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame pada tahun 2009. Pada tanggal 28 September 2010, Bon Jovi dinominasikan untuk Rock and Roll Hall of Fame.

Jon Bon Jovi juga adalah seorang aktor dalam film Moonlight and Valentino, The Leading Man, Destination Anywhere Homegrown, Little City, ada Looking Back, Row Your Boat, Vampires Los Muertos, U-571, Cry Wolf, National Lampoon yang pucked, dan New Year's Eve. Dia juga memiliki peran pendukung dalam film Pay It Forward, di mana ia bermain sebagai suami Helen Hunt .


Penampilan serial TV-nya meliputi Sex and the City, 30 Rock, Las Vegas, The West Wing. Dia juga ikut dalam film Young Guns II tahu 1990. Pada tanggal 24 Januari 2011, Jon berperan dalam film New Year's Eve, dirilis akhir tahun itu, yang menceritakan John sebagai bintang rock yang sukses yang terhubung dengan karakter Katherine Heigl.

Ada yang Aneh dan Unik disetiap penampilan konser Bon Jovy. Yang Jumlah penonton wanitanya mendominasi penonton pria, padahal rata-rata di setiap musik heavy metal, penggemar terbanyak adalah kaum pria.

sumber : http://tokoh2duniaku.blogspot.com/2013/10/jon-bon-jovi-legend-of-rock.html

0 Biografi Sylvester Stallone

Meskipun sekarang ketenaran Sylvester Stallone sudah memudar, di era 80an dan 90an ia termasuk salah satu aktor papan atas. Film-filmnya sukses dan meraup keuntungan jutaan dollar.

Ia pun menjadi salah satu aktor laga Hollywood yang punya fans di seluruh dunia berkat filmnya seperti Rocky, Rambo, Over the Top, dll. Tapi tahukah Agansista betapa berat perjuangannya?

1. Kecacatan Sejak Lahir
Sejak awal lahirnya saja, Sly, begitu panggilannya, sudah mengalami masalah. Ibunya mengalami kesulitan saat melahirkannya, sehingga memaksa dokter untuk menggunakan sebuah alat bernama forcep.


Akibat kesalahan penggunaannya, terjadi sedikit kecacatan di wajah Sly. Bagian bawah sisi kiri wajahnya lumpuh, termasuk bibir, lidah, dan dagunya. Tetapi kecacatan ini justru menjadi ciri khasnya saat ia ngetop.

2. Korban Bully dan Jadi Anak Nakal
Saat di usia sekolah, Sly termasuk anak yang sering dibully karena badannya yang kecil dan ceking. Karena itu ia terpacu untuk membesarkan tubuhnya melalui latihan-latihan berat. Untuk menghemat ongkos, ia berlatih di tempat pembuangan besi tua, dengan menggunakan bagian-bagian rangka mobil dan mesin sebagai barbelnya.


Di sekolah sendiri, nilai nilainya selalu jeblok. Setelah tubuhnya jadi gede, ia berubah jadi nakal dan mulai suka berantem, bolos, main panah-panahan, mengerjai guru dll. Hal ini menyebabkan ia harus pindah sekolah sebanyak 16 kali! Uniknya, ia tetap bertahan untuk melanjutkan sekolah sampai lulus.

3. Hidup Miskin
Saat berusia dewasa, Sly mulai tertarik dengan karir di dunia akting. Ia sempat main di beberapa drama teater. Tapi peran yang ia dapatkan hanya peran-peran sampingan. Di masa ini Sly mencoba membiayai hidupnya secara mandiri, sambil menunggu keberuntungan datang kepadanya. Ia pernah bekerja serabutan sebagai penjaga bioskop, pembersih kandang singa (dan sempat dipipisin singa).


Saking miskinnya, ia terpaksa menerima tawaran bermain dalam sebuah film mesum berjudul “The Party at Kitty and Stud” (yang kemudian juga dikenal dengan judul “Itallian Stallion”). Saat itu Sly memang hanya punya dua pilihan, menerima tawaran itu, atau merampok agar bisa makan.

Sebegitu miskinnya sampai-sampai ia tidak bisa membeli makanan untuk anjingnya yang bernama Butkus. Saat itu istrinya pun sedang hamil. Keadaan miskin ini membuat Sly harus menjual Butkus di sebuah toko. Ia berdiri lama di depan toko itu bersama Butkus. Berharap ada orang yang mau membeli dan merawat Butkus. Hal ini terjadi bukan karena Sly ingin mendapatkan uang dari penjualan Butkus, melainkan karena ia sendiri sudah tak mampu lagi merawatnya. Akhirnya Butkus terjual seharga $35.

4. Inspirasi
Saat Sly menonton pertandingan tinju antara Muhammad Ali dan Chuck Wepner, ia sangat terinspirasi oleh latar berlakang kisah pertarungan tinju itu. Ali adalah seorang juara dunia sedangkan Wepner hanyalah petinju papan bawah. Tetapi semangat Wepner untuk membuktikan dirinya, membuat ia sanggup bertahan melawan Ali dan memukul jatuh juara dunia itu di ronde 9. Ali kemudian bangkit dan menghajar Wepner sampai luka parah dan TKO di ronde 15.

Berdasarkan pertarungan ini, Sly mendapatkan ilham untuk menulis kisah tentang Rocky. Seorang petinju papan bawah yang hidup miskin dan harus menjadi debt collector. Tetapi hatinya baik dan banyak disukai orang. Rocky mendapatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya saat juara dunia bernama Apollo Creed mencari lawan tanding untuk menggantikan lawan sebenarnya yang mengalami kecelakaan.

Sly menulis script ini dalam satu malam saja setelah selesai menonton pertandingan Ali-Wepner. Istrinya yang sedang hamil membantunya mengetik naskah itu. Setelah selesai, Sly menawarkannya ke beberapa studio. Ada produser yang tertarik untuk membeli naskah itu seharga $350.000. Tetapi Sly menolaknya saat ia tahu bahwa sang produser tidak ingin menggunakan Sly sebagai bintang utama. Padahal Sly ingin menjadi bintang utama di film ini.

Tawaran ini kemudian ditolaknya padahal saat itu istrinya sedang hamil dan mereka benar-benar butuh uang. Di sinilah kepercayaan diri dan ketabahannya mulai diuji. Tetapi Sly yakin banget terhadap kemampuan dirinya. Ia tahu bahwa ia bisa memerankan Rocky dengan baik. Ia tahu bahwa naskah filmnya ini bagus banget dan bakalan sukses.

Karena itulah ia bersabar di dalam kemiskinannya. Bertahan di dalam segala kesulitan, karena ia yakin akan dirinya sendiri. Di masa-masa ini, Sly dan istrinya harus bertahan hidup dengan segala cara dan upaya, padahal tawaran untuk membeli naskah itu dengan harga mahal terus berdatangan. Tetapi Sly tak ingin menjualnya jika ia tidak diijinkan bermain sebagai pemeran utamanya.


5. Perubahan
Nasib baik akhirnya datang juga. Ada produser yang setuju untuk mengijinkan Sly menjadi bintang utama di naskah itu, tetapi sebagai kompensasinya, harga naskah itu menjadi jauh lebih murah dari penawaran manapun. Sly pun dibayar dengan sangat murah.

Meskipun begitu, Sly tetap berusaha profesional dan membuktikan bahwa orang-orang telah melakukan kesalahan dengan meremehkan dirinya. Film Rocky kemudian berhasil diselesaikan dan meraup keuntungan yang sangat besar dari modal yang sangat kecil. Nama Sly mulai dikenal dunia dan kehidupannya pun perlahan-lahan membaik.

Film Rocky sendiri mendapat penghargaan sebagai film terbaik dan naskah terbaik di ajang Oscar, Sly pun mendapat nominasi sebagai aktor terbaik. Di sini ia membuktikan bahwa keteguhan, ketabahan untuk bertahan, serta kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

6. Sukses Pun Datang Pada Akhirnya
Ketika ia mendapatkan bayaran dari naskah Rocky, hal yang pertama dibeli Sly adalah Butkus, anjing kesayangannya. Ia menanti selama 3 hari di depan toko tempat ia dulu menjual Butkus, berharap untuk bertemu dengan pembeli anjingnya itu. Ketika akhirnya ia bertemu dengan orang itu, ternyata orang itu tak ingin menjual Butkus kepadanya. Dengan sepenuh hati Sly memohon dan memohon, menawarkan harga puluhan kali lipat lebih tinggi dari harga awalnya. Ia akhirnya berhasil membeli Butkus kembali seharga $15.000, meskipun hal itu mengurangi jatah bayaran skripnya yang sangat besar.

Sly menjadi sangat sukses di Hollywood dan menjadi aktor papan atas berkat film Rocky. Ia kemudian bermain di banyak film, salah satunya “Rambo” yang membuatnya jauh lebih terkenal lagi. Karirnya sangat kinclong di tahun 80 dan 90an untuk kemudian sangat meredup di tahun 2000an. Tetapi ia tetap sabar dan tabah serta berusaha untuk kembali membuat film berkualitas. Hal ini terbayar dengan suksesnya serial Rocky yang ke 6, dan serial Rambo ke 4. Ia juga membuat The Expendables yang lumayan sukses.


Sylvester Stallone adalah contoh pribadi yang tabah, percaya kepada diri sendiri, serta sabar. Jika salah satu saja dari ketiga unsur ini hilang, dipastikan ia tak akan sesukses sekarang. Kisah ini bisa kita jadikan pelajaran di dalam hidup kita sendiri. Bahwa meskipun saat ini kehidupan kita masih belum membaik, kita harus selalu tabah, percaya diri, dan sabar. Suatu saat nanti, kesempatan baik itu akan datang, dan kehidupan akan membaik.
Terus berjuang!

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/55b095da9e74048b5a8b456a#post55b095da9e74048b5a8b456a

20 Biografi Iwan Fals

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Selama di Jeddah itu, Iwan Fals selalu menyanyikan dua lagu utnuk hiburannya, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Bicara tentang perjalanan karir musiknya, Iwan Fals mengaku semua dimulai ketika ia aktif ngamen di Bandung saat masih berumur berumur 13 tahun atau masih duduk di bangku SMP. Iwan Fals belajar memainkan gitar dari teman-teman nongkrong. Setiap kali teman-temannya bermain gitar dan memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan Fals suka memperhatikan hingga akhirnya ia nekat memainkan gitar itu namun saying ia malah memutuskan salah satu senar hingga dimarahi teman-temannya. Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatan seorang Iwan Fals. 

Untuk menarik perhatian teman-temannya, Iwan Fals membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temannya tetawa mendengarkan lagu-lagu yang ia bawakan. Setelah merasa mampu membuat lagu sendiri, apalagi bisa membuat orang tertawa, timbul keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Iwan Fals pun suka mengisi acaraa hajatan, kimpoian, atau sunatan. Dulu Iwan Fals memilki manajer bernama Engkos, seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan. Karena itulah Iwan Fals un mulai sering tampil di acara-acara.

Ketika di SMP 5 Bandung, Iwan Fals juga menjadi gitaris kelompok paduan suara sekolah. Suatu ketika, seorang guru menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak perempuan yang jago memainkan gitar, Iwan Fals menawarkan diri. Maka jadilah ia pemain gitar di paduan suara sekolahnya.

Banyak yang bertanya tentang asal nama Fals yang ia gunakan. Nama itu ternyata didapat sewaktu dalam perjanan dari Jeddah kembali ke Jakarta. Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji, di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, Iwan hanya menenteng gitar kesayangannya. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiri Iwan dan meminjam gitarnya. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Suara gitar milik Iwan terdengar fals. Setelah membetulkan steman nada gitar, pramugari itu lalu mengajari Iwan memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan. Peristiwa itulah yang menginspirasi Iwan menambahkan Fals di belakang namanya hingga kini terkenal dengan panggilan Iwan Fals.

Karir bermusik Iwan Fals makin terbentuk saat ada orang datang ke Bandung dari Jakarta yang mengenal produser musik. Waktu itu Iwan Fals baru sadar kalau ternyata lagu-lagu yang ia ciptakan sudah terkenal di Jakarta. Jauh sebelumnya, Iwan Fals pernah rekaman di Radio 8 EH dan lagunya sering diputar di radio itu hingga akhirnya radio itu kena bredel oleh Pemerintah. Waktu itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Setelah mendapat juara di festival musik country, Iwan Fals ikut festival lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan.

Akhirnya Iwan Fals melakukan rekaman di Musica Studio. Musiknya mulai digarap lebih serius. Setelah itu, lahirlah album bertajuk arjana Muda, yang musiknya ditangani Willy Soemantri dan mendapat respon luar biasa. Namun, Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia. Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya yang kritis.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Album-album karya Iwan Fals antara lain: Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990), Cikal (1991), Swami II (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best Of The Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia Setengah Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2005), 50:50 (2007), Untukmu Terkasih (2009) - mini album, Keseimbangan - Iwan Fals (2010), Tergila-gila (2011).

sumber : kaskus

2 Biografi Aziz Gagap

Siapa yang tidak tahu artis/pelawak yang satu ini, seorang pelawak yang khas dengan omongan gagapnya ini lah dia Aziz Gagap. Karena pendapatan yang tidak seberapa komedian Azis Gagap pernah menjajal keberuntungan dengan bekerja di sebuah kontraktor bangunan. Namun karena merasa memiliki jiwa melawak, pria yang selalu tampil di acara komedi OPERA VAN JAVA itu balik kucing memilih sebagai seorang pelawak.

"Sempat jadi kontraktor. Tapi karena gue ngerasa jiwa gue di komedian, kontraktor gue tinggalin. Alhamdulillah tiap tahun ada peningkatan," ungkap pria yang mengaku pertama melawak hanya dibayar Rp25 ribu itu.

Acara Opera Van Java yang salah satunya dibintangi aziz gagap mengantarkan ia menjadi pelawak yang patut diperhitungkan dan melambungkan namanya didunia hiburan. Menurtu www.indorating.com acara OVJ menduduki peringkat kedua dalam rating acara televise ber-genre komedi dengan nilai overall 4,85 berada dibawah tawa sutra (ANTV) 4,94, namun diatas abdel dan temon (Global TV) 4,0, dan suami-suami takut istri (trans TV) 3,9. datanya bisa dilihat disini
Azis memang lahir untuk menjadi lelaki penghibur di layar kaca. Banyolan serta celetukannya renyah mengundang tawa. Sosoknya juga sangat menjual bila sudah di atas panggung padahal Azis belum sedikitpun beraksi. Kepolosan wajah, yang kadang terlihat dungu, menjadi ciri khas seorang Azis.

Azis memang bukan pelawak karbitan yang lahir melalui kontes-kontesan. Bukan pula mendapat keajaiban yang dengan tiba-tiba bisa dengan mudah tampil di tv. Bisa jadi Azis pun pernah tampil bermandi keringat dengan bayaran tak seberapa sebelum dirinya benar-benar terkenal seperti saat ini. Aziz seorang artis yang memiliki 2 istri dan dikarunia 3 anak dari pernikahan kedua istrinya.

 

Biografi Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates