0 Biografi Andy Rubin Pembuat OS Android


Andy Rubin lahir pada tanggal 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat. Dia adalah pengembang dari Android OS. Sejak kecil, Rubin sudah terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini karena ayahnya, seorang psikolog yang banting setir ke bisnis direct marketing, menyimpan produk elektronik yang akan dijualnya di kamar Rubin. Ia memiliki minat besar pada segala hal yang berbau robot. Di Carl Zeiss A.G., tempat pertama kali ia bekerja setelah lulus kuliah, Rubin ditempatkan di sebuah divisi robotika, tepatnya pada komunikasi digital antara jaringan dengan perangkat pengukuran dan manufaktur. Setelah dari Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang robot di sebuah perusahaan di Swiss.

Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah, namun hidupnya berubah gara-gara liburan di Cayman Island pada tahun 1989. Saat sedang mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan seorang bernama Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari sebuah cottage setelah bertengkar dengan pacarnya. Andy menawarkan pria itu tempat tinggal dan sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan. Kebetulan yang menakjubkannya adalah pria itu bekerja di Apple. Di Apple, Rubin mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada saat itu, Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya Apple pun menular pada diri Rubin. Di sana ia sempat melakukan kejahilan, seperti memprogram ulang sistem telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley. Lelucon seperti itu mungkin akan disukai Steve Jobs, pria yang gemar membuat lelucon lewat telepon, namun ketika itu adalah periode Apple tanpa Jobs.

Dari bagian manufaktur, Rubin pindah ke bagian riset di Apple. Kemudian, pada tahun 1990, Apple melakukan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan bernama General Magic dan Rubin ikut di dalamnya. General Magic berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja, termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak bernama Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya melakukannya sebentar. General Magic pun akhirnya hancur.


Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple, kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu bernama webTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan Internet dengan televisi. Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan webTV tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung dengan perusahaan raksasa itu. Episode gila khas Rubin kembali terjadi di Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke Internet dan pada satu insiden sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft. Pada tahun 1999, Rubin keluar dari webTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi kar­yawan Microsoft). Ia kemudian me­nyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu sebagai laboratorium.



Di tempat yang penuh dengan berbagai mainan robot koleksi Rubin, lahirlah sebuah ide untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian mendirikan Danger Inc. Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat bernama Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop, namun di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.

“Kami ingin membuat sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan harga di bawah 10 dolar dan bisa digunakan untuk men-scan sebuah benda serta mendapatkan informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, tambahkan perangkat radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.

Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang, namun pada masanya, Sidekick adalah sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman. Perangkat itu, menurut Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick bukanlah PDA.

“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini adalah hal yang baru. Ini adalah untuk pertama kalinya sebuah ponsel dijadikan platform untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.

Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal aneh lagi. Lihat saja Apple de­ngan jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone. Hal lain yang dilakukan Danger, yang pada masa itu belum terpikirkan, adalah menjembatani antara pembuat handset dengan penyedia jaringan. Danger memutuskan untuk berbagi keuntungan dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick. Dengan demikian, Danger tak me­ngandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, namun juga dari layanannya. Ini membuat perusahaan pembuat perangkat (Danger) memiliki tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-Mobile).

Rubin meninggalkan Danger pada tahun 2004. Pada
2008, perusahaannya itu dibeli oleh Microsoft. Sang raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel dengan lebih a­gresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Menurut kabar yang beredar Microsoft membeli Danger de­ngan harga 500 juta dolar. Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil yang berbunga-bunga. Para eksekutif yang tersisa dari Danger digabungkan oleh Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment dan Devices. Kemudian, mereka diminta mengembang sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harus bisa menjadi pesaing iPhone dan BlackBerry. Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit klasik di sebuah per­usahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan lebih parahnya lagi, perkembangannya makin melenceng dari yang diinginkan. Contohnya, awalnya ponsel itu akan dikembangkan dengan basis Java namun kemudian diminta untuk menggunakan sistem operasi Microsoft.

Sayangnya, Windows Phone 7 yang seharusnya bisa digunakan untuk Project Pink, belum siap. Walhasil, saat diluncurkan, ponsel yang akhirnya bernama Microsoft Kin ini menggunakan sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”. Sambutan pasar yang dingin pun membuat Kin akhirnya harus ditutup, hanya beberapa bulan sejak diluncurkan. Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum diketahui pasti apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua data mereka. Satu hal yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang disimpan ‘di awan’ (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa diakses melalui Internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data pengguna Sidekick pun lenyap.

Pada awal tahun 2002, Rubin sempat memberikan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan Sidekick. Karena, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering. Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat. Rupanya, Page melihat, perangkat itu menggunakan search engine Google. “Keren,” ujar Page. Ini adalah sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah ide yang dalam beberapa tahun kemudian akan terwujud, sebuah ponsel Google. Kurang lebih dua tahun setelah itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melakukan hal-hal baru. Termasuk di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum akhirnya ia mendirikan Android.




Rubin menginkubasi Android saat ia menjadi enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di 2004. “Android berawal dari satu ide sederhana, sediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong inovasi lebih cepat demi keuntungan pelanggan,” ujar Rubin. Pada Juli 2005, 22 bulan setelah Android berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun memilih untuk bergabung dengan Google. Ketika membeli Android Inc., Google tidak menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang i­ngin dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu sebagai akuisisi terhadap sumber daya manusia dan teknologinya saja. Selain Andy Rubin, Google memang meraup banyak orang-orang brilian dari Android. Ini termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President di perusahaan telekomunikasi Orange); serta Chris White (pendiri Android dan perancang tampilan serta interface WebTV).

Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View, California itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk mengembangkan perangkat bagi Android.

“Google tak bisa melakukan segalanya. dan kami tidak perlu itu. Itulah mengapa kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar Rubin.

Perangkat Android yang hadir pasaran memang bukan buatan Google. Petarung kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC masing-masing melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.

“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan, “Anda perlu handset yang dikembanglan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan yang mau memasarkannya.”

Di AS, Motorola Droid jadi salah satu senjata Verizon Wireless melawan AT&T dengan iPhone-nya. Sedangkan Nexus One, ponsel Android Google buatan HTC, hadir tanpa “ikatan dinas” pada satu operator tertentu.

Kehadiran Android nampaknya beru­saha menggoyang dominasi pasar ponsel di AS. Di Indonesia, Android pun nampak siap jadi primadona setelah muncul de­ngan gegap gempita dalam Indonesia Celullar Show 2010.

“Saya tahu bakal ada FUD (fear, uncertainty, doubt). Namun, kami telah melihat beberapa kompetitor mengikuti apa yang kami lakukan. Jadi sepertinya, kami memang di jalan yang benar,” ujar Rubin.

Referensi :

- http://al-rasyid.blog.undip.ac.id/ta...rubin-android/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Rubin
- http://www.crunchbase.com/person/andy-rubin

0 Biografi Eminem


Marshall Bruce Mathers  (lahir di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, 17 Oktober 1972; umur 42 tahun), lebih dikenal dengan nama panggung Eminem (sering ditulis dengan EMINƎM), dan dia juga memiliki kepribadian ganda yang biasa disebut dengan nama Slim Shady, adalah seorang rapper paling terkenal, dan juga bekerja sebagai produser rekaman dan aktor dari Amerika. Popularitasnya membawa grup rapnya yang bernama D12 menjadi grup hip hop yang sukses pula. Selain menjadi bagian dari D12, Eminem juga merupakan member dari grup rap Bad Meets Evil, yang beranggotakan dia dan Royce Da 5'9". Eminem menjadi artis dengan penjualan album terbanyak pada tahun 2000. Eminem mendapat peringkat perrtama sebagai artis terbaik sepanjang masa oleh beberapa majalah dan mendapat peringkat 82 dalam "The 100 Greatest Artists of All Time" oleh majalah Rolling Stone. Dia dinobatkan oleh Raja Hip Hop oleh majalah yang sama. Dia mendapat 10 album dengan penjualan terbanyak dalam Billboard 200 (Termasuk proyeknya dengan Bad Meets Evil dan D12). Dia telah menjual 42 juta track dan 41.5 juta album di Amerika Serikat dan 90 juta lebih di seluruh dunia.

Pada tahun 1996, ia justru lebih memilih memulai karier solo dengan Album Debutnya yang berjudul Infinite. Dan dia mulai mendapatkan popularitas pada tahun 1999 dengan album The Slim Shady LP , yang memenangkan Grammy Award untuk Best Rap Album . Album berikutnya, The Marshall Mathers LP , menjadi menjual solo album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Amerika Serikat. Ketiga album itu memenangkan Grammy Awards dan membuat Eminem memenangkan Best Rap Artist selama tiga kali berturut turut. The Marshall Mathers LP disebut sebut sebagai album Eminem terbaik dan tersukses secara keseluruhan. Kemudian Eminem vakum setelah touring pada tahun 2005. Dia merilis albumnya pada tahun 2004 dengan judul Encore dan Relapse pada tahun 2009. Dan pada tahun 2010 ia merilis albumnya yang ketujuh dengan judul Recovery yang mendapatkan kesuksesan di seluruh dunia. Recovery juga disebut sebut sebagai album tersukses di seluruh dunia bersama dengan albumnya yang telah dirilis sebelumnya, The Eminem Show yang menjadi best seller pada tahun 2002. Eminem memenangkan Grammy Awards pada Relapse dan Recovery yang membuatnya telah memenangkan total 13 Grammy Awards. Eminem menyatakan bahwa Masta Ace, Big Daddy Kane, Newcleus, the Beastie Boys, Dr. Dre, Tupac Shakur, AZ, Nas, dan Ice-T sebagai artis yang mempengaruhi musiknya.

Dia telah membuka pintu kesuksesan lain setelah namanya mendobrak industri musik. Ia mendirikan label rekaman sendiri yang bernama Shady Records dengan managernya Paul Rosenberg. Dia juga memiliki channel radio sendiri yang bernama Shade 45. Dia memulai karier aktingnya pada tahun 2002 pada saat dimana dia memulai aktingnya dalam film drama Hip-Hop, 8 Mile. Karena itu dia memenangkan Academy Award for Best Original Song, yang membuatnya menjadi artis rap pertama yang memenangkan nominasi itu. Dia juga pernah tampil dalam film lain diantaranya The Wsh (2001), Funny People (2009) dan Entourage pada season 7. Dia juga dikabarkan akan tampil pada film Shady Talez dan Have Gun, Will Travel pada tahun 2013 mendatang.

Kehidupan awal

1972-91 :Kehidupan awal dan Pemula
Eminem Lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III pada tanggal 17 Oktober 1972 di Saint Joseph, Missouri,anak tunggal dari pasangan Deborah R. Nelson Mathers-Briggs and Marshall Bruce Mathers, Jr. Dia memiliki 5 ras yaitu Inggris, Jerman, Swiss, olish, dan Luxemburg. Saat masih berusia 18 bulan, ayahnya meninggalkan mereka, dan Ia pun hidup dibesarkan seorang diri oleh ibunya dalam kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, Mathers dan ibunya seringkali berpindah-pindah tempat tinggal di antara kota-kota di Missouri (termasuk Saint Joseph, Savannah dan Kansas City), sebelum akhirnya menetap di Warren, Michigan, sebuah daerah pinggiran di Detroit.

Pada saat kecil, ia sangat tertarik ketika dibacakan cerita anak anak dan hingga akhirnya ia bercita cita menjadi seorang penulis komik (sebelum ia menemukan jati dirinya sebagai seorang rapper). Hingga akhirnya pada saat ia berusia 11 tahun, ia dikenalkan oleh pamannya Ronald "Ronnie" Nelson dengan musik rap dengan memberikannya single Ice-T yang berjudul "Reckless". Setelah ia memperoleh album Beastie Boys, Licensed to III ia menjadi tertarik memulai karier dalam bidang musik dan kemudian ia memulai kariernya pada usia 14 tahun (1986) sebagai member grup rap yang bernama Bassmint Productions dan merilis album EP mereka yang berjudul Steppin' onto the Scene. Eminem pada awalnya diragukan kemampuannya dalam bidang rap, karena ada anggapan bahwa rapper hanya bisa dilakukan oleh orang negroid. Pada tahun 1989 mereka mengubah nama grup rapnya dengan nama Soul Intent. Pada tahun 1992, Soul Intent merilis EP mereka lagi dengan judul Still in the Bassmint. Dan pada tahun 1995 mereka merilis EP mereka lagi dengan nama Soul Intent dan merilis single pertama mereka dengan judul "Fuckin' Backstabber" dibawah label rekaman Mashin' Duck Records. Meskipun ia terdaftar di Lincoln High School di Warren, ia sering ikut serta dalam freestyle battle di Osborn High School (sekarang sudah tidak berfungsi) pada sisi timur Detroit. Meskipun perjuangan terdokumentasi dengan baik dan berhasil dalam industri yang didominasi Afrika-Amerika, ia mendapatkan persetujuan dari khalayak hip hop underground. Setelah mengulangi kelas sembilan sebanyak dua kali karena nilai yang buruk, pembolosan dan hampir turun kelas, ia di drop out dari SMP pada usia 17 tahun.

Pada tahun 1991, Mathers hancur karena pamannya yang bunuh diri. Kemudian ia membuat tato bertuliskan "Ronnie R.I.P." di lengan atas kirinya yang didedikasikan untuk pamannya, Ronnie. Ronnie disebut-sebut dalam lagu "Stan", "Cleanin 'Out My Closet", dan "My Dad Gone Crazy".

1992-99: Karier awal Infinite dan The Slim Shady EP
Salah satu mentor awal Mathers, rapper lokal yang bernama Champtown, yang mendapatkan Mathers untuk pergi ke studio untuk pertama kalinya; Mathers membuat penampilan musik video pertamanya dalam video klip Cartoon yang berjudul "Scooby Doo " pada tahun 1984. Mathers dan Champtown kemudian tidak akur. Mathers pada awalnya ditandatangani untuk FBT Productions pada tahun 1992, yang dijalankan oleh Jeff dan Mark Bass bersaudara. Mathers juga mempunyai pekerjaan dengan upah minimum memasak dan mencuci piring di restoran Lodge Gilbert di daerah Shores St Clair untuk beberapa waktu. Pada tahun 1996 debut album Infinite, yang direkam di Bassmint, sebuah studio rekaman milik Bass bersaudara, dirilis di bawah label rekaman Independen mereka, Web Entertainment. Eminem bercerita, "Jelas, saya masih muda dan dipengaruhi oleh artis lain, dan aku mendapat banyak umpan balik mengatakan bahwa saya terdengar seperti Nas dan AZ. 'Infinite' ini menunjukkan saya dimana saya mencoba untuk mencari tahu dan membuat bagaimana gaya rap saya yang saya inginkan, bagaimana saya ingin terdengar di mic dan menampilkan diri itu adalah tahap pertumbuhan. Saya merasa seperti 'Infinite' (Tak terbatas) seperti demo yang baru saja dipublikasikan." Topik yang dibahas dalam Infinite termasuk perjuangannya dalam membesar.

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/54acc7b496bde6380b8b457d#post54acc7b496bde6380b8b457d

0 Biografi Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara - Pahlawan Indonesia. Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.


Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.


Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.


Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.

Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun".

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu

sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hajar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hajar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hajar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.



Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

0 Biografi Ben Affleck

Benjamin Geza Affleck atau lebih dikenal dengan nama Ben Affleck lahir di Berkeley, California, Amerika Serikat pada 15 Agustus 1972. Ben tidak lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang seniman atau artis, namun bakat dan keinginannya yang keras membuatnya mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu aktor ternama Hollywood (kelak jejaknya ini diikuti pula oleh adiknya, Casey Affleck).

                Perkenalan pertamanya dengan dunia akting dimulai saat Ben Affleck menjadi bintang iklan komersial Burger King pada tahun 1981. Setelah menjadi figuran di film The Dark End of the Street (1981) yang merupakan film pertamanya, Ben mendapatkan peran penting di sebuah serial televisi berjudul The Voyage of the Mimi (1984). Hampir sepuluh tahun dia malang melintang di dunia pertelevisian baik membintangi beberapa serial televisi maupun film televisi. Ben Affleck mendapatkan kesempatan bermain di film layar lebar berjudul Dazed and Confused (1993), di film inilah Ben mendapatkan peran yang bukan lagi sekedar figuran, setelah itu dia memulai langkahnya secara serius berakting di film layar lebar selain tetap juga menerima tawaran bermain di televisi.

                Bosan dengan peran-peran yang diterimanya, Ben Affleck bersama sahabatnya Matt Damon menulis sebuah skenario film yang merupakan mimpi besar mereka untuk membuat film dimana mereka berdua yang akan menjadi pilar utamanya. Setelah skenario tersebut selesai ditulis, Ben dan Matt kemudian menawarkannya kebeberapa studio di Hollywood, adalah Castlerock yang menerima skenario tersebut pertama kali namun karena pihak dari Castlerock tidak menyetujui apabila Ben dan Matt memegang kontrol penuh terhadap produksi film ini akhirnya kerja sama itu gagal. Kemudian Kevin Smith, sutradara sekaligus sahabat mereka berdua, menawarkan skenario tersebut ke Miramax yang ternyata tertarik dan menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Ben dan Matt. Akhirnya pada Desember 1997, film yang dibuat dari skenario yang mereka tulis dirilis dengan judul Good Will Hunting (1997) dan tak disangka film tersebut menuai pujian dimana-mana bahkan Ben Affleck dan Matt Damon meraih piala Oscar untuk kategori Penulis Skenario Terbaik.

                Dampak dari hasil positif yang diterima oleh Ben Affleck melalui film Good Will Hunting (1997) ini membuat nama Ben Affleck melambung, dan tawaran-tawaran untuk membintangi film dari studio-studio terkenal di Hollywood pun berdatangan. Ben Affleck pun bermain di film-film blockbuster seperti; Armageddon (1998), Shakespeare In Love (1998), dan Pearl Harbour (2001). Ben Affleck mampu membuktikan dirinya mampu untuk masuk ke jajaran aktor elit Hollywood, bahkan hingga saat ini Ben Affleck masih konsisten berkarir.  

Ben Affleck Memerankan Batman pada film Batman v Superman
Ben Affleck, yang akan menjadi Batman dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice pada musim panas tahun depan, mengaku khawatir mengenai perannya.

“Bila saya mengingat semua aktor yang memainkan peran ini sebelumnya, bisa-bisa saya menolak tawaran ini,” katanya kepada penggemar yang berkerumun di Comic-Con San Diego.
Namun sutradara Zack Snyder meyakinkan bahwa dirinya “sempurna” memerankan Bruce Wayne.
“Dia sudah putus asa. Dia lebih tua, dia lelah...Anda sempurna untuk itu” kata Synder kepada Affleck.
Affleck yang telah dua kali memenangi Piala Oscar itu mengikuti jejak Michael Keaton, Val Kilmer, George Clooney dan Christian Bale, sebagai Batman.

Dalam film kali ini, Affleck kebagian jatah istimewa karena dia harus bertarung dengan Superman yang diperankan Henry Cavill.

Berbicara di Comic-Con, tempat cuplikan baru film tersebut ditontonkan, Affleck mengungkapkan pertemuan tak terduganya dengan Bale – mantan pemeran Batman – di sebuah toko di Los Angeles.

sumber : http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150713_majalah_benaffleck_batman
http://aktor-aktris.blogspot.com/2011/07/ben-affleck-sebuah-skenario-merubah.html

0 Biografi Jon Bon Jovi

John Francois Bongiovi Jr. atau yang akrab dikenal dengan sebutan Jon Bon Jovi atau John, lahir di Perth Amboy, New Jersey, Amerika Serikat, pada tanggal 2 Maret 1962. Jon Bon Jovi lahir dari pasangan John Bongiovi, Sr.dan Carol Sharkley. Ayah Jon Bon Jovi  merupakan seorang tukang cukur yang dulunya adalah anggota angkatan laut dan ibunya juga merupakan mantan angkatan laut yang setelah masa tugasnya bekerja pada bidang ahli tanaman bunga. John memiliki dua saudara yaitu Anthony M. Bongiovi, dan Matthew Bongiovi. Ayah John sendiri adalah seorang yang berdarah Italia dan Slovakia sedangkan ibunya berdarah Rusia dan Jerman. John dibesarkan di keluarga Katolik.

Masa kecil Jon dihabiskan dengan menjual koran bersama dengan Kakek neneknya di Erie, Pennsylvania. John bersekolah di SMA St Joseph di Metuchen, New Jersey dan kemudian pindah ke SMA Sayreville War Memorial di Parlin , New Jersey.

Sejak kecil, John sudah bercita-cita menjadi rocker. Hal ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik atau jamming dengan musisi yang tampil.

Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di kelas tiga belas dengan band pertamanya 'meruntuhkan'.


John menghabiskan sebagian besar masa remajanya untuk bolos sekolah karena memilih musik sebagai gantinya, dan akhirnya bermain bergabung di band-band lokal dengan teman-teman serta bersama sepupunya Tony Bongiovi , yang kemudian memiliki perusahaan rekaman suara terkenal di New York yaitu The Power Station. Akibatnya, catatan akademisnya di sekolah buruk.

Pada tahun 1978 tepatnya saat John berusia 16 tahun, John lebih sering lagi menghabiskan waktunya di klub-klub. Setelah itu ia bergabung dengan seorang keyboardist bernama David Bryan Rashbaum, yang bermain bersamanya dalam genreten-piece rhythm dan blues band bernama Atlantic City Expressway. John juga nergabung dengan band bernama The Rest, The Lechers, John Bongiovi, dan Wild Ones.

Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu wanita ', Jon Bon Jovi mengambil pekerjaan di Power Station Studios, rekaman Manhattan fasilitas di mana sepupunya Tony Bongiovi adalah co-pemilik. Bon Jovi membuat beberapa demo - termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier - dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal untuk membuat dampak. rekaman profesional pertama nya lead vokal dalam "R2-D2 Kami Berharap Kau Natal Merry," yang merupakan bagian dari Natal di album Bintang co sepupunya yang diproduksi.

Pada Juni 1982, John merekam sebuah lagu berjudul "Runaway". Para musisi di studio yang membantu merekam "Runaway" - dikenal dengan sebutan The All Star Review. The All Star Review beranggotakan gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald. Lalu John pergi ke beberapa perusahaan rekaman, termasukAtlantic Records dan Mercury (PolyGram) , namun semuanya ditolak. John pun mengunjungi stasiun radio WAPP 103.5FM "Apple" di New York City . Dia berbicara langsung kepada Direktur promosi John Lassman, yang akhirnya menerima lagu "Runaway" untuk dikategorikan sebagai musik lokal. "Runaway" pun menjadi musik lokal terpopuler. Dari sinilah, Jon Bon Jovi mulai menulis lagu. Selama tiga tahun, pada 1980 hingga 1983, sekitar 50 judul lagu berhasil ditulisnya.

Ketenaran lagu Runaway membuat Jon Bon Jovi semakin yakin akan cita-citanya. Ia pun menghubungi, David Bryan, keyboardis Atlantic City Expressway. Kedua sahabat ini memiliki niat yang sama, yaitu menjadi musisi handal di belantika musik dunia. Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, David Bryan sangat mendambakan berkarir di dunia musik. Buktinya, saat Jon Bon Jovi menghubunginya untuk membuat band, David segera mengalihkan pendidikannya dari jurusan kedokteraan menjadi jurusan music di Julliard Music School, New jersey.

Pada tahun 1983, John aktif di sebuah grup band bernama Scandal sebagai seorang gitaris. Dia juga muncul dalam rekaman video Scandal tahun 1983 yaitu "Love Got A-Line On You" yang menempati urutan 59 di Amerika Serikat.

Mereka berdua lalu membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, cikal bakal Bon Jovi. Dengan nama panjang itu, kedua calon musisi ini tak lelah mengirimkan demo-demo lagunya ke sejumlah perusahaan rekaman hingga ke Los Angeles. Keberadaannya yang hanya berdua itu menghalangi untuk melaju ke dapur rekaman, karena sebuah band dianggap tak sempurna jika hanya memiliki dua personil. David dan John pun mulai mencari personil baru, hingga akhirnya bertemu dengan drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres.

Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi dan David Bryan semakin mantab untuk membentuk formasi band yang akan masuk dapur rekaman. Jelas saja, sebab Tico Torres mengusulkan seorang basis Jersey, bernama Alec John Such. Menurutnya, permainan Alec sangat cocok dengan gaya bermusik Jon Bon Jovi. Tico meyakinkan bahwa dirinya menganal betul permainan Alec John Such, sebab pernah main bareng di Phantom’s Opera.

Untuk membentuk sebuah band rock, John masih membutuhkan seorang gitaris. Akan tetapi, di tak mau tergesa-gesa. Sementara, ia hanya mengajak seorang tetangga rumahnya bernama Dave Sabo, yang kelak menjadi gitaris Skid Row.

Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo, sebagai gitaris tanpa audisi, adalah ada tawaran manggung dalam konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Dan, lagu Runaway mereka bawakan dengan mantap sehingga mendapatkan sambutan cukup antusias dari para penonton. Meskipun demikian, Jon Bon Jovi masih belum bisa menerima Dave Sabo sebagai gitaris tetap, lantaran umurnya masih terlalu muda.

Kelima orang dalam formasi ini benar-benar sempurna, sehingga tak heran jika mampu masuk dapur rekaman Derek Shulman dengan PolyGram-nya. Mereka hanya membutuhkan tiga tahun, sejak terbentuk, untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia.


 
Setelah band ini mulai bermain menampilkan dan membuka untuk bakat lokal, mereka menarik perhatian eksekutif rekaman Derek Shulman, yang menandatangani mereka ke Mercury Records dan yang merupakan bagian dari perusahaan PolyGram. Karena Jon Bon Jovi menginginkan nama grup, Pamela Maher, seorang teman Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan mereka menyebut diri mereka Bon Jovi, mengikuti contoh yang terkenal lainnya dua band kata seperti Van Halen. Nama ini dipilih bukan asli dari ide Johnny Electric. saran Pamela nama disambut dengan antusias kecil, tetapi dua tahun kemudian mereka memukul grafik di bawah nama itu. Cover art untuk Runaway.

Album pertama grup musik rock, Bon Jovi dinamai Bon Jovi. Album ini dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album yang menghasilkan hits Runaway dan She Don't Know Me ini meraih penghargaan gold platinum karena berhasil terjual kurang lebih 500 ribu keping.

Dengan bantuan manajer baru mereka Doc McGhee mereka merekam debut album band ini, Bon Jovi, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini termasuk hit pertama band single, "Runaway", mencapai Top 40 di Billboard Hot 100 diikuti dengan "Dia Don't Know Me" yang merupakan lagu Mercury diminta merekam John dan termasuk di album ini sebagai bagian dari kesepakatan itu.

Sampai saat ini, lagu yang tetap di jalur satunya yang pernah masuk dalam album Bon Jovi yang Jon tidak memiliki kredit penulisan. Kelompok tersebut menemukan diri mereka membuka untuk Scorpions di AS dan untuk Kiss di Eropa. Pada bulan Agustus tahun 1984 band ini membuat penampilan di Super Rock Festival sebagai tamu spesial di Jepang.

Namun, "Runaway" menjadi hit dan Bon Jovi menarik perhatian di Jepang. Bon Jovi mendapat disk emas pertama untuk album pertama mereka di Jepang. Album ini memuncak di # 43 di Billboard 200 album chart di Amerika Serikat dan satu tahun setelah rilis, itu bersertifikat Emas oleh RIAA.

Setelah merilis album Bon Jovi (1984) dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, Slippery When Wet (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia. Band ini merilis tiga single "Only Lonely", "Dalam Dan Out Of Love" dan kidung "Silent Night". Album ini memuncak di # 37 di Billboard 200 dan Emas bersertifikat di AS Sementara album tidak melakukan serta mereka harapkan dalam hal penjualan, hal itu diperbolehkan Bon Jovi untuk keluar di jalan tur lagi.

Pertunjukan pertama mereka di Jepang sebagai headliner yang telah dilakukan segera setelah rilis album dan delapan menunjukkan secara total menjadi terjual habis semua, dan album hit Gold Top 5 dan bersertifikat di Jepang.

Pada bulan Mei 1985, Bon Jovi berjudul tempat di Inggris dan Eropa. 7800 Fahrenheit memuncak di # 28 di Inggris dan # 40 di Jerman. Pada akhir dari tur Eropa, band ini mulai lari 6-bulan sebesar US tourdates mendukung Ratt. Di tengah tur bahwa mereka berhasil membuat penampilan di Jam Texas dan Monster's Castle Donnington konser Rock di Inggris. Jon Bon Jovi juga melakukan penampilan solo di Farm Aid pertama tahun 1985.


Pada tanggal 29 April 1989, John menikah dengan Dorothea Hurley. Anak pertama mereka, Stephanie Rose lahir pada tanggal 13 Maret 1993, Jesse James Louis lahir tanggal 19 Februari 1995, Jacob Hurley 7 Mei 2002, dan Romeo Jon 29 Maret 2004.


Album-album berikutnya, seperti New Jersey (1988), Keep The Faith (1992), dan kompilasi Cross Road (1994), meraup keuntungan besar. Nama Bon Jovi pun sangat termahsyur, sehingga saat Alec John Such keluar dari formasi pada 1994 tidak begitu mempengaruhi eksistensinya. Bahkan, Bon Jovi pun terus melahirkan album-album dahsyat, seperti These Days (1995), Crush (2000), Bounce (2002), dan This Left Feeling Right (2004). "Always" adalah sebuah lagu terpopuler Bon Jovi . Ini dirilis sebagai single dari album mereka tahun 1994, Cross Road dan kemudian menjadi single terlaris, dengan satu juta eksemplar terjual di Amerika Serikat dan lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Lagu ini menempati posisi 4 di Billboard AS, posisi 2 di Mainstream Top 40 dan juga merupakan hit internasional posisi 1 di Australia, posisi 2 di Inggris dan posisi 4 di Jerman.


Album These Days dibuat tahun 1995, di mana pada tahun itu pula Bon Jovi memulai World Tour-nya, di mana saat itu mereka juga menyempatkan diri tampil di Jakarta. Sejak album ini, Bon Jovi bermain tanpa Alec John Such sang pencabik bass terdahulu, yang dikeluarkan dari band akibat ketergantungan pada obat terlarang, digantikan oleh Huge McDonald. Album ini menghasilkan beberapa hit seperti This Ain't A Love Song dan Lie To Me.

Di tengah perjalan karir band ini, vokalis sekaligus gitaris Bon Jovi, Jon Bon Jovi, pernah memiliki proyek solo, yaitu album Blaze Of Glory, sountrack film Young Guns II, yang berhasil meraih predikat “The Best Sountrack Album“. Selain itu, pada 1997, Jon Bon Jovi juga mengeluarkan album solo keduanya yang berjudul Destination Anywhere.

Crush adalah album studio ketujuh grup musik Bon Jovi yang dirilis pada tanggal 13 Juni 2000. Album ini dibuat setelah kelompok ini empat tahun vakum (1996-1999) di belantika musik dunia karena anggotanya seperti Jon Bon Jovi, Richie Sambora, dan David Bryan sibuk mengerjakan album solo mereka. Album Crush berisikan beberapa hit seperti It's My Life dan Thank You for Loving Me. Album ini telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah terjual lebih dari 200 ribu keping.

Pada musim semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio untuk memulai rekaman studio untuk album kedelapan , berjudul, Bouncing. Album ini merupakan semangat buat Amerika Serikat untuk bangkit kembali dari serangan World Trade Center. Album ini juga disebut Bon Jovi, sebagai penyemangat kemampuan band ini untuk bangkit kembali lagi dan lagi, selama bertahun-tahun. Bounce mewakili Band Bon Jovi untuk kembali ke Bon Jovi yang dulu dengan Richie Sambora bermain gitar sangat terdistorsi, vokal serak oleh Jon, efek keyboard dan piano oleh David Bryan dan drum Tico Torres booming oleh. Single pertama dari album "Everyday", dinominasikan pada Grammy Awards tahun 2003 untuk Best Pop Performance oleh Duo atau Grup dengan Vokal.


Band ini melanjutkan Tour Bouncing untuk album ini, di mana mereka membuat sejarah sebagai band terakhir yang melakukan koser di Veterans Stadium di Philadelphia sebelum dirobohkan. Menyusul akhir Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek, awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan live akustik, band ini akhirnya melakukan penulisan ulang, pencatatan dan reinventing 12 dari hits terbesar mereka dalam album yang baru.

Tahun berikutnya, band ini merilis sebuah album yang berjudul 100.000.000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong. Isi album ini terdiri dari empat CD dikemas dengan 38 lagu yang belum pernah dirilis dan 12 lagu yang langka, serta sebuah DVD. Album ini menandai 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati 20 tahun sejak  dirilisnya album pertama band ini pada tahun 1984. Pada bulan November 2004 band ini juga dihormati dengan Penghargaan of Merit di American Music Awards.

Pada September 2005, Bon Jovi akhirnya merilis album Have A Nice Day yang salah satu lagunya berjudul Who Says You Can’t Go Home, meraih penghargaan Grammy, yaitu “The Best Country Collaboration With Vocal“. Pada 2007, mereka kembali membuat album berjudul Lost Highway yang kebanyakan lagunya berunsur rock yang ditambah dengan musik country di sana-sini. Nuansa rock dalam album ini serba tanggung, karena tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan. Dalam album ini, Bon Jovi berkolaborasi dengan dua musisi country, yaitu Big & Rich dan Le-Ann Rimes. Album ini menghasilkan hits berjudul Make A Memory dan Lost Highway.


Bon Jovi telah dikenal menggunakan gaya yang berbeda dalam musik mereka, yang mencakup negara untuk tahun 2007 album mereka Lost Highway. Album terbaru mereka, The Circle, dirilis pada tanggal 10 November 2009 di Amerika Serikat. Sepanjang karir mereka, band ini telah merilis sebelas album studio, tiga album kompilasi dan satu album live, dan telah terjual 130 juta album di seluruh dunia.

Mereka telah melakukan lebih dari 2.600 konser di lebih dari 50 negara selama lebih dari 34 juta fans, dan dilantik ke Inggris Music Hall of Fame pada tahun 2006. Sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame pada tahun 2009. Pada tanggal 28 September 2010, Bon Jovi dinominasikan untuk Rock and Roll Hall of Fame.

Jon Bon Jovi juga adalah seorang aktor dalam film Moonlight and Valentino, The Leading Man, Destination Anywhere Homegrown, Little City, ada Looking Back, Row Your Boat, Vampires Los Muertos, U-571, Cry Wolf, National Lampoon yang pucked, dan New Year's Eve. Dia juga memiliki peran pendukung dalam film Pay It Forward, di mana ia bermain sebagai suami Helen Hunt .


Penampilan serial TV-nya meliputi Sex and the City, 30 Rock, Las Vegas, The West Wing. Dia juga ikut dalam film Young Guns II tahu 1990. Pada tanggal 24 Januari 2011, Jon berperan dalam film New Year's Eve, dirilis akhir tahun itu, yang menceritakan John sebagai bintang rock yang sukses yang terhubung dengan karakter Katherine Heigl.

Ada yang Aneh dan Unik disetiap penampilan konser Bon Jovy. Yang Jumlah penonton wanitanya mendominasi penonton pria, padahal rata-rata di setiap musik heavy metal, penggemar terbanyak adalah kaum pria.

sumber : http://tokoh2duniaku.blogspot.com/2013/10/jon-bon-jovi-legend-of-rock.html

0 Biografi Tri Rismaharini

Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP hingga wali kota saat ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

Wanita yang akrab disapa dengan nama Risma ini berada di bawah naungan Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia terkenal sebagai sosok wanita yang tegas dan tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya. Bahkan karena sikapnya tersebut, sebagian pejabat di DPRD pernah berusaha untuk mendepak Risma dari jabatan Wali Kota Surabaya. Pada tanggal 31 Januari 2011, Ketua DPRD Surabaya  Whisnu Wardhana menggunakan hak angketnya untuk menurunkan Risma dari posisinya sebagai wali kota. Ia beralasan bahwa Risma telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 16/2006 tentang prosedur penyusunan hukum daerah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Ia dianggap melanggar karena ia tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam membahas maupun menyusun Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 56 tahun 2010 yang mengatur tentang perhitungan nilai sewa reklame dan Perwali Nomor 57 tentang perhitungan nilai sewa reklame terbatas di kawasan khusus kota Surabaya yang menaikkan pajak reklame menjadi 25%. Enam dari dari tujuh fraksi politik yang ada di dewan, termasuk PDIP yang mengusungnya, mendukung keputusan ini. Hanya fraksi PKS yang menolak dengan alasan belum cukup bukti dan data. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai alasan pemakzulan Risma terlalu mengada-ada. Ia pun menegaskan bahwa Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Beredar kabar bahwa keputusan memberhentikan Risma dikarenakan banyaknya kalangan DPRD Kotamadya Surabaya yang tidak senang akan keputusan Risma menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya dan lebih memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya.

Wanita kelahiran 20 November 1961 ini menjadi salah satu nominasi wali kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize, yang digelar oleh The City Mayors Foundation. Ia terpilih karena segudang prestasi yang sudah ia torehkan selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Ia dinilai berhasil menata kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan penuh taman. Salah satu buktinya adalah pemugaran Taman Bungkul di tengah kota. Dulunya, taman tersebut tidak layak disebut taman, namun kini Taman Bungkul menjadi taman terbesar dan terkenal di kota Surabaya. Selain itu, ia juga telah berperan besar dalam membangun pedestrian bagi pejalan kaki dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman dan membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Pada Oktober 2013, Kota Surabaya memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Di bawah kepemimpinannya pula, ia sukses mengantarkan Surabaya memperoleh penghargaan Adipura di tahun 2011. Risma menjadi kandidat wali kota terbaik dunia asal Indonesia bersama dua orang lainnya, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Solo Joko Widodo.

PENDIDIKAN
SMP Negeri X Surabaya (1976)
SMU Negeri V Surabaya (1980)
S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

KARIR
Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali Kota Surabaya (2010-2015)

0 Biografi Sylvester Stallone

Meskipun sekarang ketenaran Sylvester Stallone sudah memudar, di era 80an dan 90an ia termasuk salah satu aktor papan atas. Film-filmnya sukses dan meraup keuntungan jutaan dollar.

Ia pun menjadi salah satu aktor laga Hollywood yang punya fans di seluruh dunia berkat filmnya seperti Rocky, Rambo, Over the Top, dll. Tapi tahukah Agansista betapa berat perjuangannya?

1. Kecacatan Sejak Lahir
Sejak awal lahirnya saja, Sly, begitu panggilannya, sudah mengalami masalah. Ibunya mengalami kesulitan saat melahirkannya, sehingga memaksa dokter untuk menggunakan sebuah alat bernama forcep.


Akibat kesalahan penggunaannya, terjadi sedikit kecacatan di wajah Sly. Bagian bawah sisi kiri wajahnya lumpuh, termasuk bibir, lidah, dan dagunya. Tetapi kecacatan ini justru menjadi ciri khasnya saat ia ngetop.

2. Korban Bully dan Jadi Anak Nakal
Saat di usia sekolah, Sly termasuk anak yang sering dibully karena badannya yang kecil dan ceking. Karena itu ia terpacu untuk membesarkan tubuhnya melalui latihan-latihan berat. Untuk menghemat ongkos, ia berlatih di tempat pembuangan besi tua, dengan menggunakan bagian-bagian rangka mobil dan mesin sebagai barbelnya.


Di sekolah sendiri, nilai nilainya selalu jeblok. Setelah tubuhnya jadi gede, ia berubah jadi nakal dan mulai suka berantem, bolos, main panah-panahan, mengerjai guru dll. Hal ini menyebabkan ia harus pindah sekolah sebanyak 16 kali! Uniknya, ia tetap bertahan untuk melanjutkan sekolah sampai lulus.

3. Hidup Miskin
Saat berusia dewasa, Sly mulai tertarik dengan karir di dunia akting. Ia sempat main di beberapa drama teater. Tapi peran yang ia dapatkan hanya peran-peran sampingan. Di masa ini Sly mencoba membiayai hidupnya secara mandiri, sambil menunggu keberuntungan datang kepadanya. Ia pernah bekerja serabutan sebagai penjaga bioskop, pembersih kandang singa (dan sempat dipipisin singa).


Saking miskinnya, ia terpaksa menerima tawaran bermain dalam sebuah film mesum berjudul “The Party at Kitty and Stud” (yang kemudian juga dikenal dengan judul “Itallian Stallion”). Saat itu Sly memang hanya punya dua pilihan, menerima tawaran itu, atau merampok agar bisa makan.

Sebegitu miskinnya sampai-sampai ia tidak bisa membeli makanan untuk anjingnya yang bernama Butkus. Saat itu istrinya pun sedang hamil. Keadaan miskin ini membuat Sly harus menjual Butkus di sebuah toko. Ia berdiri lama di depan toko itu bersama Butkus. Berharap ada orang yang mau membeli dan merawat Butkus. Hal ini terjadi bukan karena Sly ingin mendapatkan uang dari penjualan Butkus, melainkan karena ia sendiri sudah tak mampu lagi merawatnya. Akhirnya Butkus terjual seharga $35.

4. Inspirasi
Saat Sly menonton pertandingan tinju antara Muhammad Ali dan Chuck Wepner, ia sangat terinspirasi oleh latar berlakang kisah pertarungan tinju itu. Ali adalah seorang juara dunia sedangkan Wepner hanyalah petinju papan bawah. Tetapi semangat Wepner untuk membuktikan dirinya, membuat ia sanggup bertahan melawan Ali dan memukul jatuh juara dunia itu di ronde 9. Ali kemudian bangkit dan menghajar Wepner sampai luka parah dan TKO di ronde 15.

Berdasarkan pertarungan ini, Sly mendapatkan ilham untuk menulis kisah tentang Rocky. Seorang petinju papan bawah yang hidup miskin dan harus menjadi debt collector. Tetapi hatinya baik dan banyak disukai orang. Rocky mendapatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya saat juara dunia bernama Apollo Creed mencari lawan tanding untuk menggantikan lawan sebenarnya yang mengalami kecelakaan.

Sly menulis script ini dalam satu malam saja setelah selesai menonton pertandingan Ali-Wepner. Istrinya yang sedang hamil membantunya mengetik naskah itu. Setelah selesai, Sly menawarkannya ke beberapa studio. Ada produser yang tertarik untuk membeli naskah itu seharga $350.000. Tetapi Sly menolaknya saat ia tahu bahwa sang produser tidak ingin menggunakan Sly sebagai bintang utama. Padahal Sly ingin menjadi bintang utama di film ini.

Tawaran ini kemudian ditolaknya padahal saat itu istrinya sedang hamil dan mereka benar-benar butuh uang. Di sinilah kepercayaan diri dan ketabahannya mulai diuji. Tetapi Sly yakin banget terhadap kemampuan dirinya. Ia tahu bahwa ia bisa memerankan Rocky dengan baik. Ia tahu bahwa naskah filmnya ini bagus banget dan bakalan sukses.

Karena itulah ia bersabar di dalam kemiskinannya. Bertahan di dalam segala kesulitan, karena ia yakin akan dirinya sendiri. Di masa-masa ini, Sly dan istrinya harus bertahan hidup dengan segala cara dan upaya, padahal tawaran untuk membeli naskah itu dengan harga mahal terus berdatangan. Tetapi Sly tak ingin menjualnya jika ia tidak diijinkan bermain sebagai pemeran utamanya.


5. Perubahan
Nasib baik akhirnya datang juga. Ada produser yang setuju untuk mengijinkan Sly menjadi bintang utama di naskah itu, tetapi sebagai kompensasinya, harga naskah itu menjadi jauh lebih murah dari penawaran manapun. Sly pun dibayar dengan sangat murah.

Meskipun begitu, Sly tetap berusaha profesional dan membuktikan bahwa orang-orang telah melakukan kesalahan dengan meremehkan dirinya. Film Rocky kemudian berhasil diselesaikan dan meraup keuntungan yang sangat besar dari modal yang sangat kecil. Nama Sly mulai dikenal dunia dan kehidupannya pun perlahan-lahan membaik.

Film Rocky sendiri mendapat penghargaan sebagai film terbaik dan naskah terbaik di ajang Oscar, Sly pun mendapat nominasi sebagai aktor terbaik. Di sini ia membuktikan bahwa keteguhan, ketabahan untuk bertahan, serta kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

6. Sukses Pun Datang Pada Akhirnya
Ketika ia mendapatkan bayaran dari naskah Rocky, hal yang pertama dibeli Sly adalah Butkus, anjing kesayangannya. Ia menanti selama 3 hari di depan toko tempat ia dulu menjual Butkus, berharap untuk bertemu dengan pembeli anjingnya itu. Ketika akhirnya ia bertemu dengan orang itu, ternyata orang itu tak ingin menjual Butkus kepadanya. Dengan sepenuh hati Sly memohon dan memohon, menawarkan harga puluhan kali lipat lebih tinggi dari harga awalnya. Ia akhirnya berhasil membeli Butkus kembali seharga $15.000, meskipun hal itu mengurangi jatah bayaran skripnya yang sangat besar.

Sly menjadi sangat sukses di Hollywood dan menjadi aktor papan atas berkat film Rocky. Ia kemudian bermain di banyak film, salah satunya “Rambo” yang membuatnya jauh lebih terkenal lagi. Karirnya sangat kinclong di tahun 80 dan 90an untuk kemudian sangat meredup di tahun 2000an. Tetapi ia tetap sabar dan tabah serta berusaha untuk kembali membuat film berkualitas. Hal ini terbayar dengan suksesnya serial Rocky yang ke 6, dan serial Rambo ke 4. Ia juga membuat The Expendables yang lumayan sukses.


Sylvester Stallone adalah contoh pribadi yang tabah, percaya kepada diri sendiri, serta sabar. Jika salah satu saja dari ketiga unsur ini hilang, dipastikan ia tak akan sesukses sekarang. Kisah ini bisa kita jadikan pelajaran di dalam hidup kita sendiri. Bahwa meskipun saat ini kehidupan kita masih belum membaik, kita harus selalu tabah, percaya diri, dan sabar. Suatu saat nanti, kesempatan baik itu akan datang, dan kehidupan akan membaik.
Terus berjuang!

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/55b095da9e74048b5a8b456a#post55b095da9e74048b5a8b456a

 

Biografi Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates